Apa arti Higher Order Thinking Skills (HOTS)?

Mengapa asesmen di Indonesia diarahkan ke model asesmen (HOTS)?

  1. HOTS merupakan kemampuan berpikir yang tidak hanya sekedar mengingat (recall), menyatakan kembali (restate), atau merujuk tanpa melakukan pengolahan (recite).
  2. Tujuan model HOTS dalam asesmen adalah untuk mendorong siswa melakukan penalaran tingkat tinggi sehingga tidak terpaku pada satu pola jawaban yang dihasilkan dari proses hapalan, tanpa mengetahui konsep keilmuan.
  3. HOTS merupakan salah satu tuntutan keterampilan dalam pembelajaran abad 21, yakni berpikir kritis, kreatifitas, komunikasi, dan kolaborasi.
  4. Anak-anak kita tidak akan berdaya saing jika di sekolah mereka tidak dilatih kecakapan hidup abad 21. Diantaranya adalah membuat perbandingan, membuat analisis data, membuat kesimpulan, menyelesaikan masalah dan menerapkan pengetahuan mereka pada konteks kehidupan nyata. 
  5. Asesmen dengan model HOTS ini dilakukan untuk mengejar keterbelakangan bangsa Indonesia di tingkat internasional, khususnya hasil PISA (Program for International Student Assessment).


Back to Top ↑

Prinsip-prinsip penyusunan soal yang mengarah kepada HOTS

Prinsip-prinsip penyusunan soal yang mengarah kepada HOTS:

  1. Mengukur kemampuan berpikir tingkat tinggi, meminimalkan aspek mengingat dan memahami.
  2. Berbasis permasalahan kontekstual
  3. Stimulus menarik.


Kontekstual artinya soal harus menggunakan konteks dunia nyata. Penyajian kasus nyata memungkinkan peserta didik melakukan proses menelaah berbagai informasi.
Stimulus yang menarik dapat berupa beberapa informasi dapat berupa gambar, grafik, tabel, wacana dll yang memiliki keterkaitan dalam sebuah kasus.Stimulus hendaknya menuntut kemampuan menginterpretasi, mencari hubungan, menganalisis, menyimpulkan, atau menciptakan.


Back to Top ↑

Sejarah Soal HOTS

Bloom seorang Psikolog membuat penelitian pada 1956 dengan beberapa pertanyaan tentang keterampilan kemampuan berpikir. Hasilnya, dibuatlah sebuah taksonomi.

Keterampilan berpikir ini dikelompokkan menjadi 2, yaitu LOTS dan HOTS
Terdapat 3 tahapan berpikir LOTS (kemampuan berpikir tingkat rendah) 
  1. Mengingat : kemampuan mengingat atau menyebutkan kembali tentang fakta, rumus, definisi, nama–nama, dll.
  2. Memahami : kemampuan untuk menyerap beragam informasi dengan menjelaskan, menafsirkan, menggambarkan, ataupun meringkas.
  3. Menerapkan : kemampuan menggunakan atau menerapkan rumus yang diperoleh dengan menggunakan beberapa langkah yang sederhana.

Back to Top ↑

Pengertian HOTS

HOTS adalah kemampuan level kognitif siswa dalam menganalisis, mengevaluasi, ataupun mencipta sebuah permasalahan yang diberikan, sehingga diharapkan timbul sikap berpikir kritis, kreatif,  dan logis.  (Anderson ,2001; Brookhart,2010; Yen&Halili,2015)

Karakteristik Soal HOTS
  1. menanyakan kemampuan dalam hal menganalisis, mengevaluasi, ataupun mencipta.
  2. soal tidak rutin
  3. berkaitan dengan konteks keseharian yang berbasis masalah
  4. jawaban memungkinkan divergen (solusi banyak)
  5. soal memiliki kompleksitas/kerumitan (tidak sekali paham)
  6. memungkinkan adanya beragam sudut pandang
  7. adanya stimulasi baik berupa tabel, gambar, wacana, atau grafik yang berbasis masalah

Back to Top ↑

Buku Penilaian Soal HOTS

Buku pegangan Penilaian Berorientasi HOTS (Higher Order Thinking Skill) ini dikembangkan dengan tujuan sebagai berikut:


  1. Memberikan acuan kepada guru dalam mengembangkan penilaian berorientasi pada Keterampilan Berpikir Tingkat Tinggi;
  2. Memberikan acuan  kepada  kepala sekolah  dalam  pelaksanaan supervisi akademik  terhadap  guru dalam  melaksanakan  penilaian berorientasi  pada KeterampilanBerpikir Tingkat Tinggi;
  3. Memberikan acuan  pada  pengawas sekolah  dalam  pelaksanaan supervisi akademik  dan  manajerial terhadap  pelaksanaan  penilaian berorientasi  pada Keterampilan Berpikir Tingkat Tinggi di satuan pendidikan.

Sasaran pengguna buku Penilaian Soal HOTS ini adalah :

  1. Guru jenjang SD, SMP, SMA/SMK
  2. Kepala Sekolah/Madrasah
  3. Pengawas Sekolah

Namun tentunya tidak menutup kemungkinan bagi para pemerhati pendidikan, seperti Dewan Pendidikan, lembaga bimbingan belajar, bahkan orangtua ataupun masyarakat yang memang ingin lebih dalam mengetahui tentang Soal HOTS.

Adapun untuk unduh secara lengkap Buku Penilaian Soal HOTS di sini

Back to Top ↑

Model Pembelajaran Soal HOTS

Selanjutnya tak kalah pentignya adalah bagaimana membelajarkan soal HOTS, model pembelajaran yang bagaimana yang cocok? Berikut adalah sedikit ulasan Model Pembelajaran Soal HOTS.

Apa saja isi Buku Pegangan  Pembelajaran Berorientasi  Pada HOTS (Buku Pengembangan Model Pembelajaran HOTS) ini? Buku ini antara lain membahas Pengertian atau Konsep Berpikir Tingkat Tinggi,   Kompetensi Keterampilan  4Cs ( Creativity, Critical Thinking, Collaboration, Communication), Pendekatan Saintifik, Beberapa alternative Model Pembelajaran HOTS seperti Model Discovery /Inquiry Learning, Model  Pembelajaran Problem-based Learning (PBL), Model Pembelajaran Project - Based Learning.

Buku ini juga mengupas pula Strategi Mengembangkan Pembelajaran Berpikir Tingkat Tinggi HOTS dan Desain Pembelajaran yang Berorientasi HOTS.

Untuk Download Model Pembelajaran Soal HOTS Silakan di sini

Back to Top ↑

Contoh Soal HOTS Matematika SMP

Dalam kantong terdapat tiga bola berwarna merah diberi nomor 1-3, lima bola berwarna kuning diberi nomor 4-8, dan empat bola diberi nomor 9-12. Tiga bola diambil satu persatu secara acak dari dalam kantong. Pengambilan pertama, muncul bola bernomor genap, dan tidak dikembalikan. Pengambilan kedua, muncul bola hijau bernomor prima, dan tidak dikembalikan. Peluang terambilnya bola bernomor ganjil pada pengambilan ketiga adalah ....(UN SMP 2018)
A. 30%
B. 40%
C. 50%
D. 60%

Semoga sedikit berbagi "Soal High Order Thingking Skills (HOTS)" di atas bermanfaat.


Back to Top ↑
(Sumber : Kebijakan UN 2019, Materi Pelatihan Penyusunan Soal HOTS MGMP Matematika Wonosobo, Buku Penilaian Soal HOTS dan Model Pembelajaran Soal HOTS dan Kemdikbud)