Skip to main content
Mr Hadi Dot Com

follow us

RPP 1 Halaman dan RPP Sebelumnya, Mana yang Lebih Baik?

RPP 1 Halaman dan RPP Sebelumnya ~ Selamat bertemu dengan Mr Hadi Dot Com, pada kesempatan yang baik ini kembali Mr Hadi Dot Com akan posting seputar pendidikan, yaitu yang sedang menjadi sebuah usulan dari Mendikbud melalui Surat  Edaran Nomor 14 Tahun 2019 tentang Penyederhanaan RPP, yang juga otomatis memuat Format RPP Sesuai Surat Edaran Kemendikbud No 14 tahun 2019 tersebut.

Pada kesempatan ini Mr Hadi Dot Com akan mengupas RPP 1 Halaman dan RPP Sebelumnya versi admin, tanpa ada tendensi dan maksud apapun.

Keunggulan Format RPP 1 Halaman

Penyederhanaan Rencana Pelaksanaan Pembelajaran (RPP) menjadi salah satu inisiatif Menteri Pendidikan dan Kebudayaan (Mendikbud) Nadiem Makarim dalam mengeluarkan kebijakan pendidikan “Merdeka Belajar”. Menurut Mendikbud, inisiatif penyederhanaan RPP ini didedikasikan untuk para guru agar meringankan beban administrasi guru. RPP yang sebelumnya terdiri dari belasan komponen, kini disederhanakan menjadi tiga komponen inti yang dapat dibuat hanya dalam satu halaman.

“Jadi yang tadinya ada belasan komponen, kita bikin jadi tiga komponen inti, yaitu tujuan pembelajaran, kegiatan pembelajaran, dan asesmen atau penilaian pembelajaran,” ujar Mendikbud dalam Rapat Koordinasi Mendikbud dengan Kepala Dinas Pendidikan se-Indonesia di Jakarta, Rabu (11/12/2019).

Dengan adanya kebijakan baru tentang penyederhanaan RPP ini, guru bebas membuat, memilih, mengembangkan, dan menggunakan RPP sesuai dengan prinsip efisien, efektif, dan berorientasi pada murid. Efisien berarti penulisan RPP dilakukan dengan tepat dan tidak menghabiskan banyak waktu dan tenaga. Efektif berarti penulisan RPP dilakukan untuk mencapai tujuan pembelajaran.

Berorientasi pada murid berarti penulisan RPP dilakukan dengan mempertimbangkan kesiapan, ketertarikan, dan kebutuhan belajar murid di kelas. Guru dapat tetap menggunakan format RPP yang telah dibuat sebelumnya, atau bisa juga memodifikasi format RPP yang sudah dibuat.

Kekurangan Format RPP 1 Halaman

Perlu pembaruan pada instrumen penilaian kinerja kepala sekolah maupun instrumen akreditasi, karena apabila belum sinkron, jangan-jangan akan menjadi kendala atau menjadi butir yang nilainya kurang karena pada instrumen sebelumnya pada RPP memuat komponen belasan.

Sehingga perlu adanya instrumen baru, atau merevisi instrumen penilaian kinerja kepala sekolah maupun instrumen akreditasi.

Selain itu belum adanya penjelasan secara pasti versi hasil pelatihan Penyusunan RPP 1 halaman, ini yang kita tunggu.  Akankah dalam waktu dekat akan ada pelatihan khusus penyusunan RPP 1 halaman seperti yang dimaksud dalam SE no 14 tahun 2019? Kita tunggu bersama.

Keunggulan Format RPP Sebelumnya

Komponen yang harus ditulis cukup lengkap, mudah untuk mendeteksi keterkaitan antara KI, KD, tujuan pembelajaran dalam satu RPP.

Kekurangan Format RPP sebelumnya

Memerlukan pemikiran yang lama, perlu kertas yang banyak saaat mencetak, karena bisa jadi satu pertemuan saja ada 20 lembar lebih.

Kesimpulan

RPP yang kita buat sebaiknya sesuai format di tingkat sekolah, hal ini sesuai dengan kesepakatan, bagi yang sebelumnya menjadi sekolah dalam pembinaan SPMI.

Namun demikian apabila sekolah belum menentukan format khusus, yang silakan saja sesuai anjuran minimal RPP sesuai edaran Kemendikbud No 14 tahun 2019.


Bagaimana penilaian RPP 1 Halaman dan RPP Sebelumnya menurut pembaca?

Selamat berkarya untuk negeri....


Terima kasih: Anda telah membaca postingan berjudul RPP 1 Halaman dan RPP Sebelumnya, Mana yang Lebih Baik? dengan kategori: , , Silahkan tuliskan komentar Anda yang sesuai dengan topik postingan halaman ini. Semoga bermanfaat.
Tambahkan aplikasi Mr Hadi Dot Com di smartphone tanpa install, buka Mr Hadi Dot Com dengan browser Chrome di smartphone lalu klik ikon 3 titikdi browser kemudian pilih "Tambahkan ke layar utama". Selanjutnya klik aplikasi Mr Hadi Dot Com dari layar utama smartphone Anda.
Buka Komentar